Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

Friday, January 20, 2017

Laptop Acer Aspire VX 15, Laptop Gaming dengan GTX 1050Ti

Laptop Gaming Murah Acer Aspire VX 15, Laptop Gaming dengan GTX 1050Ti
Acer Aspire VX 15
MralisadikinBerbicara soal laptop gaming pasti kita langsung mengingat harganya yang mahal. Ya, laptop gaming memang dibekali dengan spesifikasi high-end, wajar bila harga yang dibanderol cukup tinggi bila dibandingkan dengan laptop produktif. Salah satu laptop gaming yang dibanderol dengan harga murah adalah Acer Aspire VX 15.
Pada awal bulan Oktober lalu, NVIDIA telah meluncurkan kartu grafis terbaru mereka, yakni GTX 1050 dan GTX 1050Ti untuk pengguna berkantong minim. Acer Aspire VX 15 sendiri mengusung kartu grafis GTX 1050Ti yang membuatnya dibanderol cukup ekonomis. Harga laptop ini mulai dari Rp10 jutaan hingga Rp13 jutaan. Lalu spesifikasi apa saja yang kita dapatkan?

Laptop Gaming Murah Acer Aspire VX 15, Laptop Gaming dengan GTX 1050Ti
Acer Aspire VX 15

Laptop ini mengusung layar seluas 15,6 inci layaknya laptop gaming pada umumnya, dimana panel yang digunakan sudah IPS dengan resolusi Full HD 1080×1920 piksel. Untuk dapur pacunya, laptop ini mengandalkan prosesor Intel Core i5 7300HQ untuk varian yang lebih terjangkau dan menggunakan Intel Core i7 7700HQ. Untuk grafisnya keduanya menggunakan GTX 1050Ti yang memiliki VRAM GDDR5 sebesar 4GB.

Acer Aspire VX 15
Acer Aspire VX 15

Laptop ini memiliki kapasitas RAM sebesar 16GB yang masih bisa diupgrade hingga 32GB. Untuk penyimpananya terdapat pilihan HDD 1TB dan pilihan SSD SATA 128GB, 256GB, dan 512GB. Untuk port yang dimiliki, laptop ini memiliki satu buah USB 3.1, dua port USB 3.0, satu port USB 2.0, dan ketinggalan SD card reader serta HDMI juga turut hadir. Sayangnya belum diketahui kapan Acer bakal merilis laptop tersebut ke Indonesia. Dengan harga yang ditawarkan, laptop tersebut tampaknya bakal menjadi incaran para pecinta gaming.


Thursday, November 10, 2016

Bagaimana cara mengatasi processor yang cepat panas?

Processor yang panas
Processor yang panas


Mralisadikin - Processor yang cepat panas kemungkinan besar disebabkan oleh kurang maksimalnya kinerja HSF (HeatSink Fan) yang menempel pada processor. Misalnya, proses pendinginan yang dilakukan oleh HSF tersebut tidak mampu mengimbangi panas yang di keluarkan oleh Processor tidak terbendung lagi.




Heatsink  fan (HSF)
Heatsink  fan (HSF)


Untuk mengatasinya, coba periksa apakah kipas atau fan bekerja dengan baik. Apabila ternyata fan Anda tidak berputar secara normal, berarti yang perlu Anda lakukan adlah mengganti fan lama dengan yang baru. Namun jika putaran kipas masih bagus, anda dapat mengoleskan thermal paste secukupnya pada punggung processor. Hal ini bertujuan untuk membantu kontak antara processor dengan heatsink. Dengan demikian, suhu pada processor akan lebih terjaga.


Sekian postingan dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terimakasih

Thursday, October 6, 2016

Disk Fragmentation Salah Satu Penyebab Komputer Anda Lambat

Anda memiliki komputer saat ini? Sudah berapa lamakah komputer tersebut Anda miliki? Sama halnya dengan makhluk hidup, perangkat komputer milik Anda pun tentunya juga memiliki batas normal pemakaian. Baik software di dalamnya yang bisa expired, ataupun hardware nya juga bisa rusak. Dari sekian hardware pada komputer Anda adalah harddisk.
Hardisk
Hardisk
Lewat perangkat ini Anda biasa melakukan penyimpanan file baik berupa dokumen, foto, gambar, maupun video. Harddisk terkadang akan mengalami gagal dalam penyimpanan file ataupun pembacaan file. Misalkan saja, Anda mungkin pernah menyimpan sebuah file sangat lama pada harddisk usang, file nya mungkin Ada namun tidak bisa di copy ataupun dibuka. Bisa jadi juga harddisk milik Anda mengalami fragmentasi, tentu saja salah satu alternatif solusi adalah dengan menggunakan cloud storage
Hard Disk Drive
Hard Disk Drive
 
Pada Artikel kali ini penulis mencoba berbagi pengetahuan tentang disk fragmentation, utamanya jika Anda pengguna sistem operasi Windows. Kalaupun Anda pengguna sistem operasi lain, Linux misalnya? Artikel ini juga akan membantu Anda, Untuk menemukan solusi fragmentasi nya harddisk Anda.

Disk Fragmentation

Secara umum, pada sebuah harddisk setiap file yang disimpan didalamnya akan ditulis pada block block yang saling berdekatan. Semakin banyak harddisk tersebut Anda gunakan untuk menyimpan harddisk maka otomatis block pun akan terisi dan tentunya tampilan kapasitas akan terisi penuh sehingga Anda tidak lagi bisa menggunakannya ketika semua block telah terisi. Tidak hanya tentang block yang penuh, namun juga tentang aktifitas pada harddisk itu sendiri baik berupa penambahan, pengubahan ataupun penghapusan file juga akan memiliki efek pada harddisk itu sendiri. Hal ini lah yang memunculkan fragmentasi pada harddisk.
fragmentasi merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Yaitu dimana setiap block file tercecer pada ruang penyimpanan, sehingga ketika Anda melakukan akses pada sebuah file komputer akan membutuhkan tambahan waktu untuk melakukan pencarian bagian terpisah tersebut.
Space Defrag
Space Defrag

Anda dapat menganalogikannya saja dengan kasus berikut. ABCD merupakan file yang sama dan menempati blok berbeda.
  • Seperti Anda lihat pada baris pertama ketika file tersebut masih belum terdapat pengubahan.
  • Kemudian dibaris kedua, File B dihapus sehingga otomatis block akan mengalami kekosongan diantara block tempat file A dan block file B.
  • File E ditambhkan pada baris ketiga, namun perbedaannya adalah file E memiliki ukuran yang lebih kecil. Sehingga otomatis akan tersisa sedikit ruang dari tempat file bertipe B sebelumnya. Oleh komputer jarak ini masih dianggap jarak antara file E dengan file C.
  • Dan pada baris ke 4, Anda menambahkan file F. Karena file ini lebih besar kapasitasnya maka penampungan pun terbagi pada space kosong diantara file E dan file C, serta file selanjutnya diletakkan pada bagian setelah file D.
Penggambaran singkat seperti ini pun mungkin masih bisa Anda bayangkan, namun bukankah perangkat harddisk milik Anda juga memiliki penyimpanan yang tidak sedikit? Bisa terbayang bukan jika penyimpanan ini terdiri dari ribuan hingga jutaan file yang tercecer. Melihat kenyataan tersebut, Jadi perlukah melakukan defrag harddisk komputer? Menurut penulis hal ini tergantung Anda pengguna sistem operasi apa. Karena secara dasar tiap sistem operasi memiliki cara berbeda dalam melakukan pembacaan harddisk.

Pembacaan System Windows

Mulai dari windows 2000 dan XP hingga seri terbaruya, Microsoft telah menerapakan teknologi system terbarunya yaitu system NTFS. System ini memiliki beberapa fitur Antara lain :
  • Kompresi data transparan
  • Setting quota per partisi
  • Serta Alternate data stream
Teknologi ini jelas lebih maju dibandingkan di saat versi windows 98, dimana media penyimpanan masih menggunakan FAT. NTFS mampu memaksimalkan kinerja harddisk, dengan pemanfaatan block kosong disekitar block yang terisi. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan FAT system, dengan pencarian block kosong terdekat dari file pertama pada ruang penyimpanan.

Namun, meskipun teknologi ini memiliki banyak fitur, media penyimpanan pada Windows juga harus dilakukan defrag secara berkala. Mengingat adanya fragmentasi masih bisa ditemukan. Anda pun akan menemukan nantinya, Microsoft telah melakukan auto defrag ketika Windows dalam keadaan kosong (system idle).

Pembacaan System Linux

Linux memiliki system yang dikhususkan untuk kernel linux, dengan format extended file system (ext). Seiring perkembangannya, Anda akan menemukan ext2, ext3, dan ext4. ketiganya terdapat perbedaan dalam penyusunan block, Anda bisa membaca lebih panjang tentang ketiganya pada Wikipedia.
Distro Linux
Distro Linux
Tidak seperti halnya file system NTFS, ext melakukan penyebaran file ke seluruh harddisk, ketika melakukan aktifitas penyimpanan data sehingga ketika Anda melakukan pengubahan data, akan tersedia tempat yang luas untuk pengembangan data tersebut. Sedangkan bila system mendeteksi adanya fragmentasi, maka secara perlahan file akan dipindahkan otomatis oleh system untuk melakukan normalisasi. Ketika menggunakan Linux, fragmentasi mungkin tetap akan Anda temukan ketika kapasitas harddisk Anda hampir penuh.

Meskipun sebenarnya tidak membutuhkan defrag, Anda tetap bisa melakukan defrag pada Linux. Hanya dengan melakukan backup seluruh file dan hapus partisi tersebut. Kemudian copy file backup ke partisi itu lagi, maka linux secara otomatis akan melakukan penataan dengan lebih baik.

Kini setelah membaca Artikel ini, Penulis berharap Anda dapat menemukan salah satu solusi untuk mengatasi lemotnya komputer milik Anda. Harddisk terkadang bukan lah masalah utama. Jika ternyata Anda sudah melakukan defrag dan masih lamban, Anda mungkin masih bisa melakukan pengecekan lainnya, Software ataupun RAM misalnya.